Rabu, 06 April 2011

proses manajemen


PROSES MANAGEMENT

Manajemen proses adalah rangkaian aktivitas perencanaan dan pengawasan kinerja suatu proses, terutama proses bisnis [1]. Manajemen proses mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, peralatan, teknik, serta sistem untuk mendefinisikan, memvisualisasikan, mengukur, mengontrol, melaporkan, dan memperbaiki proses dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan atau laba. ISO 9001 mempromosikan pendekatan proses untuk mengelola suatu organisasi.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Contoh nyata proses management

perusahaan yang diksgumi dunia dalam buku ini adalah perusahaan yang dikagumi dunia berdasarkan survei dari majalah Fortune sejak 1997 sampai 2007 terhadap 10.000 perusahaan termasuk 500 top global dari Fortune dan perusahaan yang mempunyai pendapatan minimal 8 milyar dolar Amerika. Sembilan kriteria yang dipakai untuk menilai perusahaan yang dikagumi dunia tersebut terdiri dari kualitas manajemen, kualitas produk dan pelayanan, inovasi, nilai investasi jangka panjang, gema keuangan, manajemen sumberdaya manusia, tanggungjawab kepada masyarakat dan lingkungan, bijaksana menggunakan asset perusahaan dan kemampuan memasuki pasar global.
Peri    Peringkat pertama sampai peringkat kelima perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 sebagai berikut :
Peringkat pertama perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 versi majalah Fortune tersebut adalah General Electric. General Electric merusahaan yang telah mengembangkan, memproduksi dan memasarkan berbagai produk pembangkit, transmisi, distribusi, pengendalian dan pemberdayaan listrik sejak perusahaan tersebut terbentuk pada 1892. Pendiri perusahaan tersebut adalah Thomas Alfa Edison. Produk dari perusahaan tersebut meliputi peralatan rumah tanggan, lampu, otomatisasi industrial, peralatan medis, teknologi sparasi dan bioscience, peralatan kendali dan distribusi listrik, lokomotif, pembangkit tenaga listrik, bahan bakar dan tenaga nuklir, mesin jet komersial dan militer, peralatan kimia dan pemberdayaan air, peralatan dan sistem keamanan dan rekayasa material, misalnya plastik dan silikon. Bisnis yang dijalankan mencakup Infrastruktur, Industrial, kesehatan, NBC Universal, Commercial Finance and Consumer Finance. Perusahaan beroperasi di Amerika Utara, Eropa, Asia dan Amerika Selatan. Pada akhir 2006, General Electric mempunyai pendapatan 163,4 milyar dolar Amerika Serikat dan mempunyai karyawan sekita 316.000 orang dan sekitar161.000 merupakan karyawan yang ada di Amerika Serikat. Pada 2007 ini dipimpin oleh Jeffrey R. Immelt sebagai CEO/Chairman of the Board/Director.
Peringkat kedua perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 versi majalah Fortune tersebut adalah Toyota Motor Corporation. Toyota Motor didirikanpad 1933 oleh Kiichiro Toyoda di Jepang. Pada 31 Maret 2006, Toyota dioperasi melalui 523 cabang yang terkonsolidasi dan 219 perusahaan yang terafiliasi. Perusahaan mempunyai tiga segmen yaitu otomotif, jasa keuangan dan bisnis lainnya. Dalam bidang otomotif, Toyota mengerjakan perancangan, produksi dan perakitan dan penjualan mobil penumpang, kendaraan untuk olah raga dan rekreasi, minivan dan truk dan juga menyediakan sparepart dan asesorisnya. Dala bidang jasa keuangan, Toyota menyediakan jasa keuangan kepada dealer dan pelanggan untuk membeli atau menyewa kendaraan Toyota. Sedangkan dalam bidang bisnis lainnya Toyota menyediakan jasa perancangan dan pembangunan rumah dan teknologi informasi yang berhubungan dengan bisnis, mencakup sistem transportasi cerdas dan e-commerce. Toyota menjual kendaran ke lebih dari 170 daerah dan negara. Pasar utama Toyota untuk otomotif Jepang, Amerika Utara, Eropa dan Asia. Pada 31 Maret 2006, Toyota memperoleh pendapat dari penjualan sebesar 202,9 milyar dolar Amerika Serikat dan mempunyai karyawan 285.977 orang. Pada 2007, ini dipimpin oleh Katsuaki Watanabe sebagai CEO/President.
Peringkat ketiga perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 versi majalah Fortune tersebut adalah Procter & Gamble. Procter & Gamble Company telah mempunyai badan hukum di Ohio pada 1905. Perusahaan tersebut didirikan oleh William Procter and James Gamble pada 1837. Procter & Gamble memfokuskan diri pada produk bermerek untuk meningkatkan kehidupan konsumen seluruh dunia. Saat ini perusahaan telah memasrkan lebih dari 300 merek yang telah tersebar di lebih dari 160 negara. Perusahaan beroperasi di lebih dari 80 negara melalui Market Development Organization “MDO”. MDO meliputi pelanggan ritel yang resmi, saluran dagang dan tim khusus untuk negara yang bekerja untuk membangun merek perusahaan di pasar lokal. MDO diorganiasi mencakup tujuh wilayah, yaitu Amerika Utara, Eropa Barat, Asia Utara-Timur, Amerika Latin, Eropa Timur dan Tengah / Timur Tengah / Afrika, Cina dan ASEAN /Australia/India. Perusahaan dikelompokkan menjadi tiga Global Business Units: P&G Beauty; P&G Family Health; and P&G Household Care. Dalam P&G Beauty unit, meliputi Retail and Professional Hair Care, Skin Care, Feminine Care, Cosmetics, Fine Fragrances and Personal Cleansing. Hair Care merupakan bisnis utama dan Feminine Care merupakan bisnis utama lainnya. Merek dalam P&G Beauty antara lain Pantene, Wella, Olay, Always and Head & Shoulders. Dalam P&G Family Health, perusahaan menawarkan produk perawatan kesehatan mencakup Oral Care, Pharmaceuticals, Personal Health and Pet Health and Nutrition. Merek P&G Family Health meliputi Actonel, Crest, Iams, Pampers, Bounty and Charmin brands. Dalam P&G Household Care, terdiri dari Fabric Care and Home Care, mencakup Tide, Ariel, Downy dan Dawn. In Snacks and Coffee, perusahaan membagi menjadi dua kategori, yaitu Salted Snacks and Coffee. Dua merek dalam Snacks and Coffee - Pringles dan Folgers. Pada 27 January 2005, Procter & Gamble bekerjasama dengan The Gillette Company. The Gillette Company merupakan perusahaan yang menghasilkan produk untuk pria, misalnya silet, pisau cukur dan tempat penyipanan peralatan dan juga tersedia untuk produk wanita. Gillette juga menyediakan batu baterai alkalin dan sikat gigi yang mampu masuk ke pasar global. Pada 2007, Procter & Gamble ini dipimpin oleh Alan G. Lafley, sebagai CEO/Chairman of the Board/President/Director.
Peringkat keempat perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 versi majalah Fortune tersebut adalah Jonhson & Johnson. Perusahaan ini tercatat secara hukum di negara bagian New Jersey pada 1887. Johnson & Johnson memproduksi dan menjual produk perawatan kesehatan. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 230 negara di seluruh dunia. Bisnis Johnson & Johnson dikelompokkan menjadi tiga segmen : Consumer, Pharmaceutical dan Medical Devices and Diagnostics. Segmen Consumer meliputi perawatan bayi dan anak, perawatan kulit, perawatan luka dan mulut serta perawatan kesehatan wanita. Segmen Pharmaceutical meliputi bidang terapi, misalnya anti-fungal, anti-infective, cardiovascular, contraceptive, dermatology, gastrointestinal, hematology, immunology, neurology, oncology, pain management, psychotropic dan urology. Segmen The Medical Devices and Diagnostics mencakup produk yang didistribusikan ke padagang besar, rumah sakit, dan retailer, digunakan terutama dalam bidang profesional oleh dokter, perawat, ahli terapi, rumah sakit, laboratorium diagnostik dan klinik. Johnson & Johnson memperoleh pendapatan pada akhir 2006 sebesar 53,3 milyar dolar Amerika Serikat dan mempunyai karyawan sekitar 115,600 orang di seluruh dunia. Pada 2007, Johnson & Johnson dipimpin oleh William C. Weldon, sebagai CEO/Chairman of the Board/Director.
Peringkat kelima perusahaan yang dikagumi dunia pada 2007 versi majalah Fortune tersebut adalah Apple Computer, Inc. Perusahaan ini tercatat secara hukum di negara bagian California pada 3 Januari 1977. Perusahaan ini merancang, memproduksi dan memasarkan komputer pribadi dan perangkat lunak yang berhungan dengan komputer tersebut, jasa, periferal dan solusi jaringan. Apple juga merancang, mengembangkan dan memasarkan pemutar musik digital portabel dengan asesoris dan jasa meliputi distribusi secara online dari musik, audio buku, video musik, film pendek dan pertunjukan televisi. Produk dan jasa perusahaan mencakup lini Macintosh dari komputer desktop dan notebook, the iPod digital music player, the Xserve G5 server dan produk penyimpanan Xserve RAID, aplikasi perangkat lunak untuk consumer dan profesional, sistem operasi Mac OS X, iTunes Music Store, untuk mendukung lini produk Macintosh dan iPod dan berbagai jasa dan pendukung yang diberikan. Pada 24 September, 2006, Apple memperoleh pendapatan sekitar 19,3 milyar dolar Amerika Serikat dan mempunya karyawan sekitar 14.800 full-time dan 2.020 karyawan kontrak.

Banyak kaum perempuan yang telah berkeluarga, dan sekaligus bekerja sebagai pegawai kantoran, acap dihadapkan pada sebuah dilema. Jam kerja kantor terasa begitu panjang, sementara kemacetan yang memilukan tiap hari datang menyergap. Maka banyaklah ibu-ibu muda yang berangkat ke kantor kala fajar menyingsing dan pulang kala petang telah menjelang.
Lalu dimanakah waktu untuk berdendang dengan sang buah hati yang mungkin tengah lucu-lucunya? Pelan-pelan kerinduan untuk meluangkan banyak waktu di rumah kian menjulang. Itulah kenapa kemudian banyak wanita karir yang memutuskan untuk resign, “pulang ke rumah” dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.
Yang menjadi tantangan kemudian adalah ini : ketika waktu di rumah telah melimpah, ketika sang suami telah berangkat ke kantor, anak-anak sudah berangkat sekolah, dan beres-beres rumah sudah selesai, apa yang harus dilakukan agar tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang produktif? Sebab kan ndak asyik juga jika waktu yang melimpah itu hanya habis untuk arisan dan ngerumpi dengan tetangga.
Itulah kenapa kini muncul sebuah niatan untuk menjadi “mommy entrepreneur” : atau sebuah lelakon untuk menjadi ibu rumah yang produktif dengan cara menjadi “entrepreneur a la ibu rumah tangga”. Konsep ini sejatinya merupakan sebuah ikhtiar untuk menjalankan sebuah usaha (demi tambahan sesuap nafkah) yang bisa dijalankan dari rumah (home-based business) : dengan demikian fungsi sebagai ibu rumah tangga tetap bisa berjalan dengan optimal.
Ibu Ima (yang foto cantiknya ada di atas) mungkin bisa disebut sebagai contoh disini. Sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak yang masih kecil-kecil, ia memutuskan menjadi mommy entrepreneur sejak menikah beberapa tahun silam.
Sejak lulus bangku perguruan tinggi, ia memang enggan menjalani hidup sebagai pekerja kantoran lantaran takut waktu berharganya dengan anak-anak hilang ditelan jam kantor yang amat panjang. Apalagi jika ditambah dengan macet dua jam di jalanan setiap pagi dan sore (“wah saya bisa semaput dijalanan, “ begitu ujarnya).
Itulah kenapa kemudian ia memilih menjadi mommy entrepreneur : menjalani usaha dari rumah dengan berjualan busana kasual. Usahanya kian melaju semenjak ia juga melakukan penjualan secara online. Omzetnya pelan-pelan meningkat, demikian juga dengan profitnya. Namun yang tak kalah penting : usaha produktif ini bisa terus dijalankan dari rumah, sehingga ia bisa menjadi ibu rumah tangga yang handal (dan ia bisa terus punya waktu luang untuk mengajari anak-anaknya mengaji setiap petang).
Pilihan menjadi mommy entrepreneur, saya kira memang salah satu pilihan yang bijak bagi kaum perempuan modern saat ini. Oke pilihan menjadi wanita karir juga sah : namun ditengah beban pekerjaan kantor yang terus menumpuk, dan juga perjalanan dari rumah ke kantor yang kian macet parah, saya kok membayangkan, semua ini rasanya berat bagi kaum perempuan.
(terus terang saya acap masygul kala melihat ibu muda, di sebuah malam, harus berdesakan di busway sambil berdiri, untuk pulang ke rumahnya. Mungkin anaknya yang lucu telah terlelap di kamar tidurnya, karena terlalu lama menanti sang bunda yang tidak kunjung datang…..).
Pada sisi lain, pilihan menjadi ibu rumah tangga tanpa usaha yang produktif mungkin juga bukan hal yang bijak. Sebab tambahan nafkah dari sang bunda mungkin juga amat penting untuk menopang beban keuangan keluarga yang kian berat (hey, bukankah harga-harga sembako naik terus!).
Itulah kenapa pilihan menjadi ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif adalah salah satu hal yang layak diambil. Disini, waktu untuk mengelola kegiatan rumah tangga dan mengurus anak-anak tetap dapat dijalani secara maksimal (sebab usahanya bisa bersifat home-based). Di sisi lain, sang ibu bisa ikut membantu mendapatkan tambahan pendapatan (income) untuk membantu keuangan keluarga.
Menjadi mommy entrepreneur, seperti yang telah dicontohkan Ibu Ima diatas, mungkin dalam jangka panjang bisa ikut membantu mewujudkan keluarga sakinah yang mandiri dan poduktif : itulah sebuah momen ketika peran ibu tetap bisa dijalankan dengan maksimal sembari berupaya menjadi perempuan yang produktif secara ekonomi (economically productive).
Ibu Ima hanyalah salah satu contoh dari ribuan ibu lainnya yang mungkin tengah berjuang menuju cita-cita keluarga sakinah yang produktif itu.
Sebagai suaminya, saya sungguh merasa bangga dengan apa yang telah ia rintis dan perjuangkan selama ini.
 Sumber :
http://strategimanajemen.net/2011/03/28/sepotong-kisah-tentang-mommy-

pengertian management

PENGERTIAN MANAGEMENT
Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah
manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:
Manajemen sebagai suatu proses,
1. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
2. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang
diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian
yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan
mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,Hilm an mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui
kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam
suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai
inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen
adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya
kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1>
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan
atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud
yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu
pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan
yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan
melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer
mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja
yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sumber ; http://www.scribd.com/doc/4994224/pengertian-manajemen
PENGERTIAN PLANING

Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
    • Menentukan : Menemukan ( m engungkapkan dan meyakinkan).
    • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
    • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
    • Pilihan-pilihan :
      • Pemilihan tujuan dan kriteria
      • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
      • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
Mengapa perlu Perencanaan?
  • Adanya dorongan alami yang dipelajari dalam masyarakat untuk pemenuhan kebutuhannya melandasi kelangsungan hidup masyarakat
  • Adanya interaksi dan kekuatan-kekuatan ekonomi, sosial dan politik yang seringkali menimbulkan keadaan yang tidak terkontrol
  • Adanya ketidakmerataan persoalan distribusi sumber daya (pendapatan, penduduk, alam) sehingga mengakibatkan terjadi disparitas (kesenjangan) pemanfaatan sumber daya
  • dll

PENGERTIAN ORGANISASI

1.Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
2.Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

4. James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.

5. Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.

6. Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).

http://budakbangka.blogspot.com
Hal yang berbeda antara organisasi dan manajemen adalah organisasi sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut, adapun persamaan dari organisasi dan manajemen ialah sama-sama memiliki sasaran dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Hubungan Organisasi, Administrasi dan Manajemen
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi organisasi dan manajemen adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen
2. Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
3. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal).
4. Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi.


Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.


PENGERTIAN CONTROLING
Kata kontrol sering digunakan dalam beberapa pengertian yang berbeda. Untuk menjelaskan secara sederhana apa itu kontrol sering digunakan contoh termostat, walaupun ini sebenarnya penjelasan yang sangat disederhanakan. Sebuah AC misalnya, mempunyai alat untuk mengukur temperatur, kemudian membandingkan temperatur tersebut dengan suhu yang diinginkan, dan kemudian ada corrective action apabila terdapat perbedaan antara temperatur yang ada dengan temperatur yang diinginkan. Corrective action ini adalah dalam bentuk AC tetap bekerja sampai temperatur sesuai dengan yang diinginkan. Apabila temperatur yang diinginkan telah tercapai maka AC tersebut akan berhenti. Dalam pengertian management control system (MCS) manager mengukur kinerja, kemudian membandingkan kinerja yang ada dengan standar kinerja, dan dilakukan corective action apabila terdapat perbedaan antara kinerja yang ada dengan kinerja yang diinginkan. Contoh tersebut adalah untuk memberikan ilustrasi tentang pengertian control dalam arti sempit.
Dalam pengertian yang lebih luas, kontrol tidak sekedar untuk mengukur kinerja, namun juga meliputi kontrol yang lebih bersifat umum seperti supervisi langsung, standar penerimaan karyawan, dan bahkan standar operating procedure (SOP). Kontrol memberikan perhatian kepada bagaimana memberikan dorongan (encouraging), membuat sesuatu bisa dikerjakan (enabling), dan terkadang harus memaksa (forcing) orang-orang di dalam organisasi untuk bertindak yang terbaik bagi organisasi.
Management control seharusnya lebih bersifat proactive dari pada reactive. Proactive artinya kontrol dirancang untuk menjaga agar problem tidak muncul sebelum perusahaan harus menderita karena adanya kinerja yang tidak semestinya. Contoh proactive control adalah adanya proses perencanaan, harus adanya persetujuan atas pengeluaran uang, password sebelum menggunakan komputer, juga pemisahan tugas bagi karyawan suatu perusahaan.
Mekanisme dan perangkat yang digunakan dalam management control agar perilaku dan keputusan karyawan konsisten dengan tujuan dan strategi organisasi disebut dengan management control system (MCS).

Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/pengertian-control-management-control-dan-mcs/

Rabu, 09 Maret 2011

tugas pemasaran

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).[1]

Definisi

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. [5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.[1] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.[1]

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi


PENGERTIAN MANAGER


Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.  
SUMBER : http://belajarmanagement.wordpress.com/2009/03/23/pengertian-dan-tugas-manager/

TUGAS DARI MANAGER
Di bawah ini dijabarkan berbagai detail tugas-tugas khas seorang manajer pengembangan organisasi, yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (job description) yang bersangkutan
  • Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pengembangan organisasi (mencakup bidang-bidang tertentu yang relevan dengan struktur organisasi dan lainnya)
  • Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek-aspek penting kinerja organisasi
  • Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang rencana-rencana pengembangan organisasi dan pencapaiannya di dalam bentuk-bentuk / format dan rentang waktu yang telah disetujui
  • Melakukan pengaturan kerja bawahan langsung (yang melakukan direct report kepadanya)
  • Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan per departemen sesuai anggaran-anggaran yang sudah disetujui
  • Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manajer functional / manajer department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan organisasi, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang  sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan organisasi,
  • Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan organisasi yang up to date / sesuai zaman dan  metoda-metodanya  serta menyediakan penafsiran yang pantas kepada para direktur, para manajer dan staf di dalam organisasi
  • Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan persyaratan-persyaratan organisasi (organizational requirements) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.
SUMBER : http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager

contoh nyata nama sejarah organisasi

ejarah Berdiri GEGAMA di Fakultas Geografi
Kehidupan Kepencintaalaman di Fakultas Geografi UGM telah ada sejak lama, namun baru pada era 70-an berdiri perhimpunan pencinta alam yang diberi nama Geography Mountaineering Club (GMC). Kegiatan GMC praktis hanya melakukan pendakian gunung saja dan ini sesuai dengan namanya.
Perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh maraknya kegiatan politik praktris di dalam kampus, ternyata organisasi GMC juga turut terimbas oleh suasana ini, sehingga organisasi GMC yang seyogyanya netral menjadi ikut terwarnai dan tidak sehat lagi sebagai suatu organisasi kepencintaalaman.
Kondisi ini terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, dan sampai akhirnya GMC sebagai suatu wadah organisasi Kepencintaalaman di Fakultas Geografi menjadi tidak aktif. Dengan tidak aktifnya GMC ternyata tidak mematikan gairah maghasiswa yang berhobi di kegiatan alam bebas untuk melakukan kegiatannya.
Pada awal tahun 80’an beberapa mahasiswa yang berhobi pada kegiatan di alam bebas merasa perlu untuk menghidupkan kembali wadah yang dapat menampung aspirasi mereka. Akan tetapi wadah yang diinginkan mereka adalah wadah yang lebih profesional dibidang kepencintaalaman dan tidak diwarnai oleh warna-warna politik saat itu. Oleh karenanya wadah tersebut dapat menjadi suatu organisasi alternatif bagi mahasiswa yang benar-benar murni berminat pada bidang kepencintaalaman.
Dengan berlandaskan niat luhur ini maka beberapa mahasiswa yang terdiri dari 1 orang angkatan 1979, 1 orang dari angkatan 1980, 7 orang dari angkatan 1981 dan 1 orang dari angkatan 1982 membentuk Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Fakultas Geografi UGM dengan nama “GEGAMA” pada tanggal 20 Agustus 1982. Pemilihan nama tersebut diambil dari singkatan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, sedangkan penandatanganan dokumen berdirinya organisasi ini dilakukan di rumah kontrakan Sdr. Hary Iskadejanto, Jl. Bausasran Yogyakarta, yang disaksikan oleh 2 orang saksi Didik (Fak. Geografi UGM) dan Rovicky D.P. (Fak. Teknik Geologi UGM).

sumber : http://www.gegama.geografi.ugm.ac.id/?p=10



Jumat, 25 Februari 2011

menjadi manager yang sukses

Menjadi Manajer Sukses di Lembaga Pendidikan


Untuk menjadi manajer sukses di lembaga pendidikan maka seseorang harus mengerti dan memahami tentang manajemen dan pendidikan. Beberapa hal diantaranya telah kita singgung di atas.  Adapun pada bagian ini akan disampaikan kerja teknis seorang manajer pendidikan. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki saeorang manajer pendidikan dan apa pula yang menjadi tugas-tugasnya?
Kompetensi (Keterampilan-keterampilan) Manajerial yang dibutuhkan Manajer:
Secara umum kompetensi yang hartus dimiliki seorang manajer pendidikan adalah sama dengan manajer pada umumnya, hanya saja yang menjadi objek dan tujuannya adalah bidang pendidikan. Ada pun kompetensinya sebagai berikut:
1.       Keterampilan konseptual (conceptual skills), yaitu kemampuan mengadopsi perspektif organisasi sebagai suatu keseluruhan, atau kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
2.       Kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar melaksanakan tugas.
3.       Pengambilan keputusan: Kemampuan memilih serangkaian kegiatan dari dua atau lebih altematif.
4.       Keterampilan analitis: kemampuan untuk menggunakan berbagai pendekatan, teknik dan perangkat manajerial dalam pemecahan masalah-masalah manajemen.
5.       Komunikasi: Kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan pendapat secara jelas baik dalam bentuk lisan maupun tertulis.
6.       Komitmen: Melakukan tindakan-tindakan nyata untuk mencapai visi dan tujuan organisasi.
7.       Integritas: Perilaku jujur, kredibel, konsisten dan dapat dipercaya, dengan memahami keterbatasan dirinya, tidak mengubar janji yang sering tidak ditepati, dan menghindari agenda terselubung yang menipu anggota.
8.       Toleran terhadap ketidakpastian: kemampuan bekerja dalam situasi yang tidak menentu.
9.       Tahan stress: kemampuan tetap dapat bekerja dalam keadaan tertekan.
10.   Keterampilan interpersonal (human relations) : Kemampuan menjalin hubungan personal secara efektif baik dengan pihak di dalam maupun di luar organisasi.
11.   Keterampilan administratif: Kemampuan melaksanakan berbagai peraturan, kebijakan dan prosedur organisasi; bekerja secara efektif dalam keterbatasan anggaran, dan mengkoordinasi aliran pekerjaan. Termasuk di sini adalah ketrampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan pengawasan.
12.   Keterampilan teknis: Kemampuan untuk menggunakan kompetensi spesifik dalam pelaksanaan suatu tugas.
13.   Fleksibilitas keperilakuan: kemampuan menyesuaikan perilaku sesuai tuntutan untuk mencapai tujuan.
14.   Dampak personal: kemampuan mendapatkan respek, kesan baik, dan kepercayaan dari orang lain. (Hani H., 1999:10-11; 1990:36-37).
Selain kompetensi di atas seorang manajer pendidikan harus ditunjang oleh dua keahlian berikut: 1). Keahlian dalam Manajemen Global (Global Management Skills). Hal ini diperlukan karena seorang manajer harus mampu melihat perspektif eksternal lembaganya dan mengetahui perspektif global. 2). Keahlian dalam hal teknologi (Technological Skills). Dewasa ini menguasai teknologi adalah kunci bagi siapa saja yang ingin mampu beradaptasi dengan zaman. Kecepatan teknologi informasi menjadikan seseorang mampu mengetahui dengan cepat perkembangan-perkembangan dalam berbagai bidang di belahan dunia manapun. Oleh karena itu seorang manajer harus memiliki kemampuan dalam hal teknologi.  
Tugas-tugas Penting Manajer:
Adapun yang menjadi tugas seorang manajer adalah:
1.      Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
2.      Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
3.      Manajer bertanggung-jawab dan mempertanggungjawabkan.
4.      Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
5.      Manajer adalah seorang mediator.
6.      Manajer adalah seorang politisi.
7.      Manajer adalah seorang diplomat.
8.      Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit (Hani H., 1990:29-30).
Dapat dikatakan bahwasanya inti dari tugas seorang manajer adalah mensinergikan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Manajer harus berpandangan universal.
Selain memahami tugas-tugasnya, sebagai seorang manajer sekaligus pimpinan suatu organisasi / instansi maka seseorang kan dihadapkan pada pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan ini seorang manajer harus mampu mengambil keptusan yang tepat sebagimana prinsip-prinsip manajemen. Berikut adalh pandangan para pakar mengenai pengambilan keputusan

Menjadi Manajer Sukses di Pengalaman

Sebagai konsekuensi dari penempatan orang yang tidak berpengalaman tentu saja ada yang berhasil dan ada yang tidak. Tidak jarang beberapa pejabat mengalami masa yang sangat sulit bahkan frustrasi pada awal menjabat. Namun demikian banyak juga yang berhasil melewati masa sulit tersebut dan sukses memimpin departemennya. Beberapa faktor dan kiat yang dapat membuat para HRD Manager berhasil diantaranya adalah dengan mengikuti beberapa saran berikut:
Bagi Anda pemegang tampuk pimpinan di perusahaan, jangan pernah menunjuk seorang eksekutif yang gagal sebagai HRD Manager. Dengan kata lain janganlah posisi di bidang SDM merupakan tempat pembuangan bagi para eksekutif yang gagal di bidang yang lain. Jika sampai hal ini terjadi hampir dapat dipastikan akan terjadi chaos pada HRD.
Penempatan orang yang memiliki jiwa bisnis yang kuat akan membuat HRD mampu memainkan perannya dalam menyusun perencanaan SDM dan mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis perusahaan serta tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap. Seorang HRD Manager harus mampu membaca dan memahami laporan keuangan serta cash flow serta dapat mengetahui secara pasti bagaimana program-program HRD akan berpengaruh terhadap hal tersebut.
Menjadi HRD Manager bukan sekadar berhasil dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen SDM, namun perlu juga memahami bisnis perusahaan secara menyeluruh. Termasuk di sini adalah pemahaman mendalam tentang "nature of business" dan budaya perusahaan.
HRD Manager yang tidak berpengalaman di bidangnya hendaklah pandai-pandai dalam mengambil hati dan belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Jika Anda seorang yang kebetulan dipilih sebagai HRD Manager dan menganggap bahwa Anda harus ahli dalam segala hal maka masalah akan senantiasa menyertai Anda. Agar terhindar dari masalah cobalah untuk bersikap rendah hati dan katakan kepada bawahan Anda "Saya perlu belajar dari Anda lebih banyak lagi tentang hal ini."
Tunjukkan penghargaan yang mendalam kepada staf atau bawahan Anda yang telah mendedikasikan dirinya pada bidang SDM. Jangan pernah menganggap remeh orang-orang tersebut, sebab jika Anda melakukannya, maka Anda akan kehilangan dukungan dari mereka.
Jika Anda sebagai HRD Manager menghadapi bawahan yang kurang senang dengan adanya perubahan kepemimpinan (HRD Manager (Anda) berasal dari bidang "non SDM"), cobalah untuk meyakinkan mereka bahwa hal ini harus dilihat dalam kerangka strategis bisnis erusahaan secara keseluruhan. Katakan juga bahwa Anda membutuhkan waktu dan bantuan mereka untuk memajukan HRD di perusahaan.
Dengan melihat semakin banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh HRD Manager maka dapat juga dilihat bahwa HRD bukan lagi sekadar faktor pelengkap dalam perusahaan. Setuju atau tidak HRD merupakan bagian yang penting, sama seperti finance, marketing, atau divisi lain, yang mempengaruhi aspek-aspek yang ada dalam perusahaan dalam mencapai tujuan.
Sekarang tinggal bagaimana para HRD Manager mampu menjawab tantangan tersebut dan terus meningkatkan kemampuan diri bukan hanya ahli di bidang SDM tetapi juga harus memiliki kemampuan (minimal memahami) di bidang-bidang lain seperti finance, akuntansi, hukum, dan IT





Menjadi Manajer Sukses dalam visi



Salah satu rahasia kesuksesan seorang manajer adalah ketika dia mampu mengetahui semua harapan dan impian dari para bawahannya di kantor. Lalu, ia dengan sikap bijak dan profesional membangun jalan terang buat setiap karyawan di kantor, agar mereka bisa mewujudkan mimpi dan harapan dari karir kerjanya secara cemerlang.
Di zaman sekarang ini tugas utama manajer tidak sekedar sebatas membuat rencana, mengorganisasi, mengimplementasi, mengevaluasi, dan memperbaiki hal-hal yang kurang. Tetapi, dibutuhkan kemampuan lebih untuk menjawab semua harapan karyawan, harapan customer, dan harapan shareholder dengan bijaksana. Untuk itu semua, diperlukan gaya kepemimpinan manajer yang kreatif dan stragetis terhadap masa depan dalam bingkai sikap baik dan kepedulian.
Tuntutan zaman mengharuskan setiap pemimpin di level apa pun untuk selalu mengembangkan potensi dari setiap orang yang ada di sekitar organisasi. Apakah itu mengembangkan potensi customer? Apakah itu mengembangkan potensi diri sendiri? Apakah itu mengembangkan potensi dari karyawan? Termasuk, apakah itu mengembangkan potensi sukses para shareholder? Jadi, zaman menuntut kepada para manajer masa depan untuk lebih mampu memimpin diri sendiri di semua aspek kehidupan, agar mampu menjadi manajer yang bijaksana dan bersikap profesional terhadap semua persoalan.
Manajer harus setiap hari menyiramkan kata-kata positif yang bernada motivasi untuk menginspirasi setiap karyawan, agar setiap karyawan bisa selalu bersinar terang seperti bintang di langit.
Sebuah kata yang bernada optimistis dan bermakna penuh kebaikan akan menjadi sumber gizi sehat buat mental siapa pun. Jadi, manajer juga harus cerdas mengajarkan kepada para karyawan untuk selalu melakukan diet mental, yaitu diet yang secara bertahap menghapus semua kata-kata yang bernada negatif dari memori setiap orang di kantor. Dan pada akhirnya, setiap orang di kantor dapat menikmati kebahagian dan kenyamanan kerja.
Karyawan – karyawan Anda di kantor haruslah Anda rawat seperti merawat kebun bunga Anda, yaitu setiap pagi disiram dengan air, diberi pupuk pertumbuhan, diberi pupuk bunga agar bunga-bunganya bisa berwarna cerah dan bersinar indah, dan tanaman-tanaman liar disekitar kebun Anda harus Anda bersihkan agar tidak merusak kualitas dari bunga-bunga yang Anda impikan.
Kepemimpinan bukanlah hadir untuk menyingkirkan orang-orang cerdas disekitarnya, tapi kepemimpinan artinya tanggung jawab untuk merangkul setiap potensi hebat, lalu memberi jalan terang kepada setiap potensi hebat itu, agar dapat tumbuh setinggi mungkin untuk meraih semua bintang-bintang sukses yang diimpikan.
Seorang manajer haruslah menjadi pahlawan buat kantornya, dan menjadi sahabat terbaik buat atasan dan bawahannya








Menjadi Manajer Sukses dalam beretika

 
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membeli bahan makanan, maka janganlah dia menjualnya hingga dia melakukan serah terima dengan pemilik pertama.” (HR. Bukhari, no. 2133 dan Muslim, no. 3922)
Larangan menjual barang yang kita beli, sampai ada serah terima antara kita dengan penjual pemilik barang, tidak hanya berlaku untuk bahan makanan semisal beras dan gandum saja, namun juga berlaku untuk semua barang yang diperdagangkan.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ابْتَعْتُ زَيْتًا فِى السُّوقِ فَلَمَّا اسْتَوْجَبْتُهُ لِنَفْسِى لَقِيَنِى رَجُلٌ فَأَعْطَانِى بِهِ رِبْحًا حَسَنًا فَأَرَدْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى يَدِهِ فَأَخَذَ رَجُلٌ مِنْ خَلْفِى بِذِرَاعِى فَالْتَفَتُّ فَإِذَا زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فَقَالَ لاَ تَبِعْهُ حَيْثُ ابْتَعْتَهُ حَتَّى تَحُوزَهُ إِلَى رَحْلِكَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ تُبَاعَ السِّلَعُ حَيْثُ تُبْتَاعُ حَتَّى يَحُوزَهَا التُّجَّارُ إِلَى رِحَالِهِمْ
Dari Ibnu Umar, “Pada suatu hari, aku membeli minyak di pasar. Setelah aku selesai mengadakan transaksi, ada orang yang menemuiku dan dia mau membeli minyak tersebut dengan memberi keuntungan yang bagus untukku. Di akhir-akhir pembicaraan, aku ingin menjabat tangannya sebagai pertanda terjadi akad jual beli, namun dari belakang terdapat seseorang yang memegangi tanganku. Setelah kutoleh, ternyata dia adalah Zaid bin Tsabit. Zaid mengatakan, 'Jangan kau jual minyak di tempat engkau membelinya, sampai kau pindah dulu ke tempatmu, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang barang dagangan yang dibeli itu dijual kembali di tempat pembelian, sampai para pedagang membawanya ke tempatnya masing-masing.'” (HR. Abu Daud, no. 3501; dengan sanad yang hasan)
Sila'” yang bermakna 'barang dagangan' itu mencakup barang dagangan dalam bentuk bahan makanan ataupun bentuk yang lain. Sehingga, hadis di atas adalah dalil yang menunjukkan larangan menjual barang kulakan hingga terjadi serah terima dengan penjual pertama itu tidak hanya berlaku untuk bahan makanan, namun juga berlaku untuk semua barang yang diperdagangkan.
Menjual barang, yang sudah mengalami transaksi jual beli namun belum mengalami serah terima, termasuk dalam hadis berikut ini,
عن عبد اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ
Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah halal keuntungan yang didapatkan tanpa adanya tanggung jawab untuk menanggung kerugian.” (HR. Abu Daud, no. 3506; hadis hasan)
Ketika barang kulakan masih di tempat penjual pertama, maka segala risiko kerusakan barang menjadi tanggung jawab penjual atau pemilik pertama. Sehingga, ketika barang tersebut kita jual kembali, kemudian pengiriman barang menjadi tanggung jawab penjual pertama, maka kita terbebas dari tanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi dikarenakan kerusakan barang tersebut selama berada di tempat penjual pertama atau kerusakan selama proses pengiriman. Dengan demikian, keuntungan yang kita dapatkan adalah keuntungan tanpa ada tanggung jawab untuk menanggung kerugian. Padahal, tolak ukur bentuk riil dari serah terima barang adalah kesepakatan masyarakat yang tidak tertulis dan berbeda-beda, tergantung barang yang diperdagangkan.
Ibnu Hajar mengatakan, “Syafi'i merinci bentuk riil dari serah terima. Jika barang yang diperjualbelikan itu bisa diserahterimakan dengan tangan, semisal uang dan pakaian, maka bentuk riil serah terima adalah serah terima dengan tangan.
Adapun jika barang yang diperjualbelikan itu tidak bisa dipindah, semisal rumah, tanah, dan buah yang ada di pohon, maka bentuk riil serah terima adalah dengan takhliah (pengosongan, alias mempersilahkan pembeli untuk memanfaatkan barang yang sudah dia beli, pent.).
Adapun jika barang dagangan tersebut biasanya dipindah dari satu tempat ke tempat yang lain, semisal kayu, biji-bijian, dan hewan, maka bentuk riil serah terima adalah dengan memindahkan barang tersebut ke tempat yang ada di luar kekuasaan penjual.” (Fathul Bari, jilid 5, hlm. 598--599, terbitan Dar Ath-Thaibah, Riyadh, cetakan ketiga, 1431 H)

sumber : http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/1091/menjual-kembali-barang-yang-dibeli




Keterampilan konseptual (conceptional skill)Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.


Keterampilan manajemen waktuMerupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan

Keterampilan membuat keputusanMerupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar

sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/10/keterampilan-dasar-yang-perlu-dimiliki.html

Menjadi Manajer Sukses dalam tingkat dan keterampilan managemen