Senin, 08 April 2013

kegiatan menulis di perguruan tinggi

Kegiatan Menulis Di Perguruan Tinggi

PETUNJUK PENULISAN ILMIAH

Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma

TUJUAN
Tujuan pembuatan Penulisan Ilmiah adalah melatih mahasiswa untuk dapat menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara ilmiah dan dapat menuangkannya secara ilmiah dan menuangkannya secara teoritis, jelas dan sistematis.

ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan Ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini:
1. Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

STRUKTUR PENULISAN ILMIAH
Susunan struktur Penulisan Ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Bagian Awal
2. Pendahuluan
3. Tinjauan Pustaka / Landasan Teori.
4. Hasil Penelitian dan Analisa / Pembahasan dan Analisa Bagian Pokok
5. Kesimpulan (& Saran)
6. Bagian akhir

1. Bagian Awal
Bagian Awal, terdiri atas :
- Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Ilmiah standar Universitas Gunadarma.
- Lembar Pengesahan
Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, NIRM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, koordinator PI, serta Ketua Jurusan.
- Abstraksi
Berisi ringkasan dari penulisan. Maksimal 1 halaman.
- Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing,
Perusahaan, dll ).
- Daftar Isi
- Daftar Tabel
- Daftar Gambar Kalau ada
- Daftar Lampiran

2. Pendahuluan
Pendahuluan menguraikan pokok persoalan. Terdiri dari :
- Latar Belakang Masalah
Menguraikan mengapa penulis sampai kepada pemilihan topik permasalahan yang bersangkutan.
- Rimusan Masalah ( boleh ada, boleh tidak )
- Masalah dan Pembatasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas bagian mana dari persoalan yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
- Tujuan Penulisan
Menggambarkan hasil-hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
- Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
(Bila penulis melakukan Praktek Kerja, laporan ditulis menurut format penulisan ilmiah).
- Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah.

3. Landasan Teori (untuk yang melakukan penelitian)
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

4. Gambaran Umum Perusahaan (untuk yang melakukan penelitian / kerja praktek di perusahaan)
Menguraikan secara singkat profil perusahaan tempat dilakukannya kerja praktek / penelitian. Dibuat bab sendiri (tidak termasuk dalam landasan teori).

5. Hasil Penelitian dan Analisa
Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab ( misalnya Bab III dan Bab IV ) tergantung kebutuhan :
- Hasil Penelitian (Analisa Perusahaan)
Menguraikan hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dengan penelitian.
- Analisa dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

6. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

7. Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan.
- Daftar Simbol
Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan di dalam penulisan, lengkap dengan keterangannya.
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor
bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang aga di bab III.

4. Penulisan Daftar Pustaka
- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000
Contoh :
Buku :
[1].Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 6th ed., Addison Willey Publishing Wesley Company, Inc., Reading Massachusetts, 2000.
Anonim :
[1].Anonim, Sistem Pemerintahan di Indonesia, cetakan pertama, PT. Gunung Agung, Jakarta 1983.
Majalah / Jurnal :
[1].Cattell R.G.G. and Skeen.J. “Object Operation Benchmark”. ACM Trans. Database Systems, 17, 1992, pp. 1 - 31.
(Jika ada, nama dan kota penerbit dapat dicantumkan di antara volume dan halaman, nama jurnal digarisbawah / tebal / miring).
Lebih dari tiga penulis :
[1] Stoica, I, et all., “A Proportional Share Resource Allocation Algorithm for Real-Time, Time-Shared Systems”, In Proceedings Real-Time Systems Symposium, IEEE Comp. Press, Desember, 1996, hlm. 288 - 299.
Artikel :
[1] N.L. Owsley, “Sonar array processing”, in Array Signal Processing, S. Haykin, Ed.,
Englewood Cliffs, NJ:Prentice_Hall, 1985, ch. 3,pp.115-193.
Internet :
[1] Galagher, P.R.Jr., “A guide to understanding audit in trusted system”,
http://www.radium.nesc.mil/library/rainbow/NCSC-TG-001-2.html,1 Juni 1988.
Atau
URL:http://www.radium.nesc.mil/library/rainbow/NCSC-TG-001-2.html

5. Pengutipan
Agar pengutipan menjadi sederhana, judul materi yang diacu tidak perlu diletakkan di bagian bawah pada halaman yang bersangkutan, melainkan cukup dengan memberikan nomor urut acuan dari daftar pustaka, sbb :
………………..(kutipan)………………… [3].􀃆 berarti kutipan diambil dari buku ke tiga dari daftar pustaka.
- Jika kutipan kurang atau sama dari tiga baris, bagian awal dan akhir kutipan diberi tanda kutip, spasi tetap biasa.
- Kutipan yang lebih panjang dari tiga baris tidak perlu diberi tanda kutip, tapi diketik dengan jarak satu spasi dengan indent yang lebih dalam 7 ketuk pada bagian kiri.

6. Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar, Isi 12 / Normal, Subbab 12 / Tebal

7. Hasil Penulisan / Kerja Praktek :
- Diseminarkan dengan membawa ringkasan yang sudah ditransparansikan
- Dijilid berbentuk buku dengan jumlah halaman paling sedikit 12 (dua belas) halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
- Diketik dengan menggunakan antara lain : Word Processor, Open Office, LaTeX, dsb.
- Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)

8. Ketentuan Isi Disket Untuk PI yang diserahkan ke Perpustakaan
a. Untuk angkatan yang Lulus sidang tahun 2003 keatas DAN untuk semua angkatan yang telah sidang, menyerahkannya tahun 2003 seterusnya, file yang diserahkan harus dalam
format PDF (*.PDF), bukan file dari pengolah kata (*.DOC).
b. Susunan Isi File Penulisan terdiri dari :
1. COVER
2. LEMBAR PENGESAHAN file boleh terpisah atau boleh dalam 1 file
3. KATA PENGANTAR
4. BAB file harus terpisah untuk setiap Bab. (1file untuk setiap Bab)
5 ABSTRAKSI
6 DAFTAR ISI atau DAFTAR TABEL atau DAFTAR GAMBAR atau File harus terpisah
7. DAFTAR PUSTAKA
8. LAMPIRAN atau LISTING PROGRAM
c. Ketentuan Untuk HARD COVER .
Di punggung Hard Cover diberi/dituliskan :
- Judul PI
- NPM
- Nama Mahasiswa
- Tahun Penulisan
NB :
- Ketentuan ini harap diperhatikan karena bila tidak sesuai akan DITOLAK.
- Untuk mengkonversi dokumen Microsoft Word gunakan program bantu lain seperti Adobe Acrobat Distiller (www.adobe.com), CutePDF (www.acrosoftware.com), dan lain-lain.
- Untuk dokumen OpenOffice, dapat menggunakan fitur built-in dari program yang bersangkutan untuk meghasilkan dokumen PDF.
Contoh halaman judul
UNIVERSITAS GUNADARMA
PENULISAN ILMIAH
Sistem Informasi Perpustakaan Gunadarma
Nama :
NPM :
Jurusan :
Pembimbing :
Ditulis guna melengkapi sebagian syarat untuk mencapai jenjang setara Sarjana Muda Universitas Gunadarma 2004
*)diganti dengan kata “LAPORAN KERJA PRAKTEK” jika mahasiswa melakukan kerja praktek
Format Lembar Pengesahan
LEMBAR PENGESAHAN
Judul PI :
Nama :
NPM :
NIRM :
Tanggal Sidang :
Tanggal Lulus :
Menyetujui
Pembimbing Koordinator PI
( _______________ ) ( __________________ )
Ketua Jurusan
( ____________________ )
Contoh Lembar Pengesahan untuk Jurusan MI :
LEMBAR PENGESAHAN
Judul PI :
Nama :
NPM :
NIRM :
Tanggal Sidang :
Tanggal Lulus :
Menyetujui
Pembimbing Koordinator PI
( _______________ ) ( Hurnaningsih,Skom,MM)
Ketua Jurusan
( Dr.-Ing.Adang Suhendra,SSi,Skom,MSc)
Contoh Lembar Pengesahan untuk Jurusan Informatika :
LEMBAR PENGESAHAN
Judul PI :
Nama :
NPM :
NIRM :
Tanggal Sidang :
Tanggal Lulus :
Menyetujui
Pembimbing Koordinator PI
( _______________ ) ( Hurnaningsih,Skom,MM)
Ketua Jurusan
( Farid Thalib., Dr.-Ing )
Format penulisan Abstraksi :

ABSTRAKSI
Nama.NPM.
Judul. (huruf besar)
Jenis tulisan.Fakultas.Tahun.
Kata kunci (minimal 20 ) :
( halaman awal terakhir + total halaman isi + lampiran )
Abstrak merupakan pemadatan dari hasil penelitian / tulisan. Ditulis 1 spasi dengan jumlah maksimum 200 kata (maksimum 1 halaman). Isi abstrak mencakup tujuan atau pertanyaan yang ingin dijawab oleh peneliti, metode penelitian / penulisan, dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian.
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
Daftar Pustaka ( Tahun terbit terlama – Tahun terbit terbaru )
Contoh penulisan Abstraksi :

ABSTRAKSI
Djoko Dwinanto.50497666
SISTEM INFORMASI LIGA PERANCIS MELALUI VISUALISASI MULTIMEDIA
PI. Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2001
Kata Kunci : Sistem, Visualisasi, Multimedia
(x + 62 + lampiran)
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
Daftar Pustaka (2000-2002)
Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
[1.] Cattell R.G.G. and Skeen.J. “Object Operation Benchmark”. ACM Trans. Database Systems, 17, 1992, pp. 1 - 31.
[2.] Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 6th ed, Addison Willey Publishing Wesley Publishing Wesley Company, Inc, Reading Massachusetts, 1995.
[3.] Kimball, R., Data Warehouse Toolkit, John Wiley & Son, Inc., Toronto, 1996.
[4.] Stoica, I, et all., “A Proportional Share Resource Allocation Algorithm for Real-Time, Time- Shared Systems”, In Proceedings Real Time Systems Symposium, IEEE Comp. Press, Desember, 1996, hlm. 288 - 299.
[5.] Pearl, J. and Kim J.H., “Studies in Semi-Admissible Heuristics”, IEEE Trans. Pattern Analysis and Machine Intelligence, Vol. 4, 1982, pp. 392 - 399.
Contoh Daftar Isi :
DAFTAR ISI
(3 spasi)
Halaman
Halaman Judul ............................................................................................................. i
Lembar Pengesahan ................................................................................................... ii
Abstraksi ...................................................................................................................iii
Kata Pengantar ......................................................................................................... iv
Daftar Isi v
Daftar Tabel ............................................................................................................... vi
Daftar Gambar ........................................................................................................... vii
Daftar Lampiran ........................................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
…….
BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................ 10
…….
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN .............................................................. 25
…….
BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 50
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................52
DAFTAR SIMBOL ......................................................................................................53
LAMPIRAN .......................................................................................................54
Contoh Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR
hal
Gambar 1.1 Jembatan Konigsberg ………………………………………………………………1
Gambar 1.2 Graf A………………………………………………………………………….......2
Gambar 3.1 Graf X……………………………………………………………………………..14
Contoh Daftar Tabel
DAFTAR TABEL
hal
Tabel 1.1 Tabel Kebenaran …………………………………………………………………….1
Tabel 1.2 Data A………………………………………………………………………………2
Tabel 3.1 Data X………………………………………………………………………………14
Contoh Daftar Lampiran
DAFTAR LAMPIRAN
hal
Lampiran 1 Listing Program…………………………………………………………………….54
Lampiran 2 Contoh Output……………………………………………………………………69
Lampiran 3 Data yang digunakan……………………………………………………………….75

Petunjuk Penulisan Ilmiah 1 FE Gunadarma 2009

Sabtu, 22 Desember 2012

proposal metode riset


PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI, SIKAP DAN PEMBELAJARAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN KEMASAN MEREK “TEH BOTOL SOSRO" DI KAWASAN DEPOK

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG



Penelitian ini berdasarkan fakta yang Sosro” dimunculkan. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Keunikan dapat dilihat dari metode pemasaran Teh Botol Sosro adalah pada kekakuan dari produk itu sendiri. Semenjak diluncurkan pada tahun 1970, produk Teh Botol Sosro baik rasa, kemasan, logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan sama sekali, bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca-cola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap tidak bergeming. Bertahannya produk minuman kemasan “Teh Botol Sosro" hingga saat ini, menunjukkan bahwa produk tersebut mempunyai keunikan tersendiri sehingga tetap diminati konsumen. Hal inilah yang memicu penulis ingin mengetahui apa yang memengaruhi konsumen Teh Botol Sosro tetap memutuskan membeli Teh Botol Sosro, yang terutama yang berasal dari dalam diri konsumen itu sendiri ditengah banyaknya tawaran produk-produk baru dengan aneka rasa dan kemasan yang unik-unik. Faktor-faktor perilaku konsumen tersebut diantaranya dapat diuraikan pada faktor psikologis, meliputi: motivasi, persepsi, pembelajaran dan sikap konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minuman dalam kemasan dan meningkatnya persaingan untuk merebut konsumen maka penulis tertarik untuk meneliti "Pengaruh Motivasi, Persepsi, Sikap dan Pembelajaran Konsumen terhadap Keputusan Pembelian minuman kemasan merek “Teh Botol Sosro" di kawasan Depok”. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: Motivasi, persepsi, sikap dan pembelajaran konsumen dapat memberi pengaruh kepada konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minuman kemasan merek “Teh Botol Sosro" di Kawasan Depok. Perbedaan antara pendapat dengan harapan konsumen dapat terjadi dalam pengambilan keputusan pembelian minuman kemasan merek “Teh Botol Sosro" di Kawasan Depok.




Perumusan Masalah



Motivasi, persepsi, sikap dan pembelajaran konsumen dapat memberi pengaruh kepada konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minuman kemasan merek “Teh Botol Sosro" di Kawasan Depok. Perbedaan antara pendapat dengan harapan konsumen dapat terjadi dalam pengambilan keputusan pembelian minuman kemasan merek “Teh Botol Sosro" di Kawasan Depok.



Tujuan dan Manfaat



Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh faktor kepuasan dan selera konsumen terhadap keputusan pembelian minuman kemasan merk "TEH BOTOL SOSRO". Manfaat dari penelitian ini, untuk memberikan informasi tentang perbedaan antara minuman kemasan "TEH BOTOL SOSRO" dengan para pesaingnya dari minuman kemasan yg lainnya.



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kajian Teori

Dalam analisis ini, penelitian membahas mengenai perbandingan – perbandingan yang menyangkut pokok permasalahan, seperti perbandingan secara menyeluruh dna perbandingan pervariabel. Dalam kaitannya membandingkan kualitas yang dimiliki oleh “TEH BOTOL SOSRO” dengan produk kemasan yang lain .




Hipotesis

Dari hasil penelitian dapat diambil hipotesa , yaitu :

Ada pengaruh yang signifikan dari motivasi, persepsi, sikap dan pembelajaran konsumen terhadap keputusan pembelian minuman kemasan merek Teh Botol Sosro di Kawasan Depok.2. Ada perbedaan yang nyata antara pendapat dan harapan konsumen tentang keputusan pembelian. Artinya apa yang telah konsumen nikmati saat ini masih ada jarak dengan kondisi yang konsumen harapkan, dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi produsen untuk memenuhi harapan dari konsumen.




BAB III

Metodelogi Penelitian

Jenis data yang digunakan adalah data interval, dinyatakan dalam angka mulai dari skala terkecil sampai dengan yang terbesar, selain itu mempunyai jarak yang sama antara angka yang satu dengan angka yang lainnya (1= sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuju). Sedangkan sumber data yang digunakan adalah bersifat primer. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden di Kawasan Depok yang terdiri dari enam kecamatan yaitu Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Cimanggis,Sawangan, dan Limo.Teknik analisa data untuk perhitungan statistic dalam penelitian ini menggunakan program SPSS, adapun teknik analisa data diantaranya digunakan model validitas dan reliabilitas, analisa deskriptif, koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi berganda, koefisien korelasi parsial dan uji beda t-paired. Model validitas digunakan untuk mengetahui kemampuan indikator-indikator suatu konstruk (variabel laten) untuk mengukur konstruk tersebut secara akurat. Reliabilitas (keandalan) digunakan untuk mengukur suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal-hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Tujuan utama dalam statistik deskriptif adalah berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data yang teliti dan didasarkan pada pernyataan keadaan. Koefisien determinasi berganda merupakan suatu langkah penting dalam analisis regresi yang gunanya menentukan betapa baiknya garis regresi yang mewakili data. Artinya kita ingin menentukan bagaimana garis regresi cocok dengan data yang akan kita analisis. Koefisien korelasi berganda atau uji F yaitu untuk menguji keberartian/signifikansi regresi secara keseluruhan. Koefisien korelasi parsial melalui uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen atau bebas secara individual (parsial) terhadap variabel dependen atau tidak bebas. Uji t-paired digunakan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan rata-rata dua sampel bebas. Dua sampel yang dimaksud disini adalah sampel yang sama namun mengalami proses pengukuran maupun perlakuan yang berbeda.




DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 14 November 2012


PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI IPAD

Perkembangan dunia usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Termasuk persaingan bisnis yang semakin ketat yang akhirnya mengakibatkan perubahan perilaku konsumen di dalam mengambil keputusan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk.Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah bersaing. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Untuk itulah, setiap perusahaan harus memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya.Kondisi yang selalu berubah mengakibatkan para pemasok mengalami kesulitan di dalam membentuk dan menciptakan pelanggan yang loyal. Perubahan dari kondisi ini juga mengakibatkan terjadinya pergeseran dari perekonomian diantaranya, seperti:
  1. Dari produksi yang mengandalkan kemajuan teknologi beralih pada kepuasan konsumen yang mengutamakan pelayanan.
  2. Dari konsumsi yang menekankan pada kepuasan beralih ke konsumsi yang menekankan pada pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien, pencegahan polusi, dan pendaur ulangan
  3. Menurunnya data beli konsumen sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 1997, dimana semua perusahaan tersebut mengakibatkan persaingan bisnis yang semakain ketat, sehingga akan mempengaruhi perilaku konsumen yang meliputi 3 hal yaitu: (1). Konsumen mempunyai perhatian yang lebih besar terhadap kualitas dan nilai, (2). Waktu akan sangat berharga bagi konsumen, (3). Kesadaran konsumen terhadap harga semakin besar.
Dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, masyarkat Indonesia Khususnya yang hidup diwilayah perkotaan mulai mengalami perubahan gaya hidup. Saat ini produk komputer yang mulai banyak diperkenalkan oleh beberapa perusahaan adalah Komputer Tablet ( Tablet PC ). Secara strategi, tablet diluncurkan untuk menyasar ceruk pasar yang masih kosong, antara notebook & smartphone.Dalam jangka menengah, kehadiran tablet akan mempengaruhi penjualan pasar notebook & smartphone.Namun, tablet tidak akan menggantikan notebook sebab masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Notebook lebih cocok untuk penggunaan aplikasi yang berat seperti editing dan presentasi, sedangkan tablet condong untuk browsing, gaming, dan akses email.Pasar komputer tablet di Indonesia pada tahun ini berpotensi mencapai 200 ribu unit. Faktor harga jual yang semakin ekonomis bakal menjadi faktor penting penetrasi tablet di Indonesia (Ferrij Lumoring, 2011).Menurut Biro riset terkemuka, Nielsen, mencoba meneliti alasan mengapa orang memakai tablet. Berikut hasilnya seperti dikutip dari Fortune :
  1. Mudah dibawa ke mana-mana (31%)
  1. Interface/sistem operasi gampang digunakan (21%)
  2. Startup/off yang cepat (15%)
  1. Nyaman digunakan (12%)
  2. Ukuran yang kompak (12%)
  1. Bisa digunakan di berbagai tempat (12%)
  2. Performa cepat (11%)
  1. Menyukai fiturnya seperti aplikasi atau kalender (10%)
  2. Ringan bobotnya (7%)

Di sisi penjualan PC tablet, Nielsen menjumpai bahwa tablet Apple iPad masih sangat dominan dengan pangsa pasar 82%. Kemudian di tempat kedua ada Galaxy Tab yang sangat jauh jaraknya dengan market share cuma 4%. Komputer tablet, bagi sebagian kalangan, ternyata juga meminimalkan pemakaian perangkat lain seperti komputer desktop. Sejumlah 35% pemilik tablet mengaku jadi jarang memakai komputernya. Sedangkan 32% konsumen tablet yang juga punya laptop, jadi cukup jarang menggunakan laptopnya. Tablet pada dasarnya adalah versi ringan dari laptop dalam artian menyeluruh (baik dari segi berat, ataupun fitur yang disediakan).Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa konsumen membeli PC Tablet :

  1. Layar Lebar, walau tidak sebesar layer televisi, tetapi cukup lebar untuk menampilkan halaman web penuh dengan tampilan landscape maupun portrait.
  2. WiFi, dengan adanya WiFi tidak lagi dibutuhkan kabel LAN untuk menghubungkannya dengan internet. Atau, setidaknya tidak lagi membutuhkannya untuk berbagi dengan perangkat lain.
  3. 3G HSDPA, beberapa PC Tablet sudah dilengkapi dengan teknologi seluler, baik untuk mengakses data maupun melakukan kegiata klasik seperti HP (telefon dan sms).
  4. Ukuran dapat dikatakan sangat portable bila dibandingkan dengan perangkat komputer lipat alias laptop, PC Tablet dipercaya lebih ringkas. Namun dengan demikian tetap dilengkapi fitur khas sebuah Komputer dan HP sekaligus.
  5. Kamera, beberapa PC Tablet terutama yang berukuran 7 inchi memiliki kamera dengan kemampuan lebih dari cukup. Baik untuk fotografi mobile, maupun sebagai sarana chat video.
  6. Sebuah e-book reader yang mumpuni. Layar lebar, ukuran portable dan bisa dibawa kemana-mana mampu menyulap perangkat ini menjadi buku digital. Setidaknya ukurannya sama dengan ukuran buku konvensional. Plus dukungan Software yang keperluan ini, kadang membaca buku elektronik di sebuah tablet akan terlihat keren, sehingga menghilangkan kesan kutu huku.
  7. Perangkat gaming 3D portable dengan nilai plus. OS yang dibawa masing-masing tablet rupanya sudah memungkinkan untuk permainan bergrafis 3D. tanpa tombol kontroler fisik, layar sentuh tetap dapat memunculkan kontroler visual yang menyediakan kenyamanan setara. Layar lebih besar dari layar Sony PSP dan NDS XL sekalipun. Plus kontrol yang interaktif dengan moda sentuhan namun PC Tablet juga memiliki kekurangan di balik kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

    Berikut adalah kekurangan dari PC tablet yang kerap dikeluhkan oleh para penggunanya :
  1. Teks Input hanya berupa virtual keyboard dilayar sentuh.
  2. Kartu Gafis terbatas. Kita memang dapat memainkan Game di sebuah mobile Tablet juga mengutak-atik hasil foto, tapi semua hal itu sangat terbatas. Dukungan kartu grafis yang tidak se-poworfull milik PC atau laptop menjadi alasan utama.
  3. Ukuran. Selain menjadi kelebihan, ukuran PC Tablet juga bisa menjadi titik lemah. Meskipun sudah dilengkapi dengan teknologi jaringan selular dan fitur-fitur HP, PC Tablet tidak bisa serta merta menjadi pengganti HP.
  4. Suplai Daya. Menjadi keharusan bagi sebuah PC Tablet untuk menyediakan perangkat penyuplai daya yang munpuni. Karena menjadi portable, maka baterai adalah salah satu tumpuan terakhir. PC Tablet akan cenderung hidup selalu baik dibutuhkan atau tidak. Tidak seperti Laptop yang akan kita matikan ketika tidak sedang digunakan. Waktu standby akam menyedot daya yang tidak sedikit.
  5. Dukungan Software dan Kompatibilitas. Tidak ada standar yang jelas mengenai kompatibilitas dan dukungan Software para Tablet. Hal ini karena penggunaan OS yang tidak seragam dan juga kemungkinan sebuah vendor untuk memasukkan unsur-unsur tradisinya ke dalam PC Tablet besutannya.
  6. Ruang Penyimpanan Terbatas. Kalaupun ada slot tambahan hanya untuk kartu memory MicroSD yang besarnya maksimum di angka 32GB saja.


    Banyak sistem operasi PC tablet dari berbagai merek. Ada iOS dari Apple, Android dari Google yang menggandeng banyak perusahaan, BlackBerry OS, dan Windows serta paling banyak dijumpai dipasaran. Mencocokkan sistem operasi yang tepat bagi pengguna ibarat mencari jodoh. Setiap orang memiliki ide berbeda tentang apa yang elegan dan indah. Untuk mengetahui lebih lanjut, konsumen perlu memperlajari setiap platform. Namun yang perlu diingat, tidak seperti laptop Windows yang memungkinkan mengganti versi-versi perangkat, dalam PC tablet hanya dapat menggunakan satu pilihan sistem operasi. IOS Apple adalah platform selular yang digunakan oleh iPad, seperti yang digunakan di iPhone dan iPod touch. Saat ini, banyak konsumen sudah akrab dengan IOS, sistem operasi ini sudah bisa dilihat di mana-mana seperti di televisi dan film. Pada iPad dan iPad 2, iOS berguna dan berfungsi mirip dengan iPhone, dengan tweak/modifikasi tertentu disesuaikan dengan layar lebih besar berukuran 9,7-inci. Misalnya, aplikasi Built-in iPod yang dijalankan di iPad, memiliki menu tambahan untuk pilihan navigasi tambahan yang tidak akan muat pada layar 3,5 inci. Secara umum, kekuatan besar iOS Apple ada dua : pertama, sangat mudah digunakan; kedua, banyaknya pilihan aplikasi yang disediakan untuk iPad (lebih dari 65.000 aplikasi spesifik pada saat tulisan ini ditulis) yang bisa di-download dengan mudah dan cepat dan berfungsi dengan baik, tentunya dengan beberapa catatan kecil. OS mobile produksi Google, Android, memiliki cerita yang berbeda. Ada beberapa versi dari Android, tetapi hanya satu (Android 3.0, alias Honeycomb) yang dirancang khusus untuk tablet. Saat ini, hanya satu PC tablet menggunakan Honeycomb Acer Iconia Tab A500 membuatnya paling layak disebut sebagai pesaing iPad, untuk saat ini. Kelebihan Android 3.0 adalah fitur-fitur yang semakin ditingkatkan, kemampuan multitasking bar lebih baik daripada iOS, serta unggul notifikasi e-mail. Sayangnya, kedua kekuatan tersebut, meskipun bermanfaat, tidak cukup kuat untuk menggulingkan iOS Apple ketika dilihat dari sisi yang lain (atau secara keseluruhan). Tampilan layar Honeycomb, misalnya, dengan mudah berantakan karena ada begitu banyak cara pengaturannya, dibandingkan pengaturan folder seperti yang ditawarkan iOS, iOS tentu lebih baik. PC Tablet pilihan yang anda gunakan akan sangat tergantung pada preferensi pribadi Anda. Sejak Android menjadi open-source, produsen memiliki beberapa peluang untuk menciptakan desain dan fitur yang berbeda untuk membedakan tablet mereka. Beberapa fitur di antaranya memiliki slot microSD, port USB full-sized, dan output cro-HDMI. Sejauh ini, hanya Asus yang bekerja ekstra memasukkan layar kacamata 3D gratis di Eee Pad Memo dan menawarkan keyboard dengan Eee Pad Transformer dan Eee Pad Slider. Android tidak memiliki pilihan banyak dari segi aplikasi. Bahkan dengan dibukanya toko aplikasi Amazon yang baru saja diumumkan, jumlah aplikasi yang berjalan di tablet dengan OS Honeycomb masih tetap rendah. Apple App Store diatur dengan baik dan menawarkan pilihan banyak. Tidak ada pesaing yang bisa mengalahkan kelebihan yang dimiliki toko aplikasi Apple ini. Sebab aplikasi yang dibuat untuk tablet Android harus bekerja di beberapa ukuran layar, sedangkan aplikasi iPad dirancang khusus untuk ukuran satu perangkat. Kedengarannya sederhana, namun variasi dalam ukuran (dan produsen) memperumit segalanya. Semoga OS lain bisa menyusul satu dari sekian kelebihan Apple tersebut, tetapi jika kemudahan mendapat aplikasi bagus adalah prioritas utama Anda, Apple saat ini adalah yang terbaik. Majalah SWA melakukan survei yang dilakukan oleh Eddy Dwinanto Iskandar dan Sigit A. Nugroho ( riset : Dian Solihati ) pada sejumlah eksekutif mengenai personal tecnology dan gadget pilihan mereka. Survei dilakukan pada eksekutif dari berbagai level mulai direktur, vice president, general manager, manajer senior , manjer dan staf supervisor dari berbagai industri Responden terdiri dari 56 pria 29 perempuan, dengan rentang usia 20-60 tahun survei terutama ditekankan pada 3 kategori gadget smartphone, notebook atau netbook dan PC tablet. Hasilnya adalah seluruh responden (100%) menyatakan pernah membeli smartphone 98,82% responden telah membeli notebook dan netbook dan kurang dari separuhnya (42,35%) yang membeli PC tablet.

Senin, 22 Oktober 2012


TEORI JURNAL I





1. Faktor likuiditas

Faktor likuiditas merupakan faktor pertama yang mendapat perhatian. Karena kondisi bank bisa sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Sehingga posisi likuiditas sangat perlu dijaga dan dipelihara. Posisi likuiditas dapat melalui rasio-rasio dibawah ini :

  • Reserve Requirement (RR) merupakan salah satu prinsip yang mengatur mengenai ketentuan giro wajib minimum. Berdasarkan Surat Edaran bank Indonesia Nomor 23/17/BPPP tanggal 28 Februari 1992, besarnya RR adalah 2%. Besarnya RR tersebut mengalami beberapa kali perubahan dan sejak tahun 1997 hingga sekarang bearnya RR menjadi 5%. Nilai RR diperoleh dari hasil pembagian antara total likuid dengan total dana pihak ketiga.
  • Non Performing Loan (NPL) merupakan alat ukur mengenai tingkat kredit yang bermasalah. Mulhadi (2005:18), BIS (Bassel International Standar) mengatur mengenai aturan NPL, yaitu 5% yang harus dipenuhi bank-bank sebelum tahun 2001. Semakin besar rasio ini, maka semakin besar tingkat kredit bermasalah. Nilai rasio ini diperoleh dari hasil pembagian kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan.
  • Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) merupakan salah satu prinsip kehatihatian yang mengatur mengenai batas maksimum pemberian kredit baik kepada pemegang saham maupun kepada masyarakat pada umumnya. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yaitu 10 persen untuk pihak terkait dan 20 persen dari modal untuk pihak tidak terkait. Hal ini termaktub dalam pasal 11 ayat 1, 2, 3 dan 4 UU Nomor 10 tahun 1998 mengenai perbankan.


2. Modal

Modal merupakan faktor yang penting bagi bank dalam rangka pengembangan usaha yang sehat dan dapat menampung resiko kerugian. Secara teknis, kewajiban penyediaan modal minimum diukur dengan CAR. Capital adequency Ratio (CAR) merupakan salah satu prinsip yang mengatur mengenai kecukupan modal yang harus ditaati oleh bank. Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 3/21/2001 tanggal 13 Desember 2001, mewajibkan bank-bank di Indonesia untuk mempertahankan rasio kewajiban penyediaan modal minimum atau CAR sebesar 8%. Nilai CAR diperoleh dari pembagian antara modal bank ddengan aktiva tertimbang menurut resiko.



3. Kualitas Aset

Rentabilitas asset memiliki konsekuensi akan adanya kewajiban bank untuk menyediakan cadangan, sehingga tidak membahayakan eksistansinya (Ketut Rindjin:2000, 127). Dalam penelitian Payamta dan Machfoedz dalam symposium Nasional Akuntansi oleh Aryati dan Manao tahun 2002 dalam Liasari (2006) aspek kualitas aset tidak menggunakan pola yang ditetapkan BI tetapi diproksikan dengan RORA (Return On Risk Asset). RORA merupakan rasio antara laba sebelum pajak dengan risk asset. RORA mengukur kemampuan bank dalam memaksimalkan aktiva yang dimilkinya untuk memperoleh laba.



4. Rentabilitas

Indikator untuk pencapaian rentabilitas atau efisiensi adalah Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Net Interest Margin (NIM). Menurut Ketut Rindjin (2000,127), “Namun, Bank Indonesia lebih melihat pada ROA, karena ROA mengukur kemampuan bank dalam memperoleh keuntungan melalui pengoptimalkan asset yang dimiliki. “Return On Asset (ROA) merupakan alat ukur mengenai kemampuan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Pengukuran ini adalah melalui asset yang dananya sebagian besar dari masyarakat. ROA diharapkan selalu besar angka rasionya. Nilai rasio ini diperoleh dari hasil bagi antara laba setelah laba sebelum pajak dengan total aktiva. Laba sebelum pajak yang digunakan merupakan aturan dari Bank Indonesia sesuai SE/No.6/DPNP/ tanggal 31 mei 2004.



5. Manajemen

Indikator manajemen mencakup komponen manajemen likuiditas, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen permodalan. Selain itu berdasarkan ketentuan SK bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No.52/KMK.017/1999 dan No. 31/11/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999, yang isinya antara lain sebagai berikut. Pertama, ketentuan penilaian pemenuhan fit and proper test dari pemegang saham, dewan komisaris dan direksi BU. Kedua, penilaian terhadap pemegang saham yang memiliki lebih besar dari 25% atau dapat dibuktikan menjadi pemegang saham pengendali berkenaan dengan pemenuhan komitmen tertulis kepada BI, masalah integritas, campur tangan dan dalam operasional bank. (Ketut Rindjin : 2000,128). Dalam penelitian Payamta dan Machfoedz dalam symposium Nasional Akuntansi oleh Aryati dan Manao tahun 2002 dalam Liasari (2006) aspek manajemen tidak menggunakan pola yang ditetapkan BI tetapi diproksikan dengan NPM (Net Profit Margin). NPM merupakan rasio yang menggambarkan tingkat keuntungan (laba) yang diperoleh bank dibandingkan dengan pendapatan yang diterima dari kegiatan operasionalnya.



KERANGKA JURNAL



Dalam penelitian ini yang pertama dilakukan adalah evaluasi kepatuhan Bank Mandiri terhadap peraturan prudential banking yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia terkait standar penilaian yang diterapkan yang didalam penelitian ini diwakilkan oleh substansi dari prudential banking, yaitu CAR, RR, NPL, BMPK, ROA dan NPM yang juga merupakan perhitungan data / variabel. Namun, dalam variabel BMPK tidak dimasukkan dalam pengujian karena data BMPK bertipe string yang hanya berupa pernyataan dalam laporan keuangan.



HIPOTESA JURNAL



Analisis dan Pembahasan Uji Hipotesis

Tabel 1

Uji t



Model
T
Sig.
Keterangan


(Constant)
33,2
0

1
CAR
-4,3
O,oo1
Signifikan

NPL
-2,74
O,o15
Signifikan

Sumber: data diolah 2009



Tabel 2

Uji F



Model
Sum of squares
Df
Mean of Squares
F
Sig.
Regresion
85418
2
42709
25692
.000
Residual
24935
15
1662


Total
110353
17



R Square (R2) = 0,774






Sumber: data diolah 2009



Dari hasil penelitian (dapat dilihat pada lampiran) diketahui nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,774% artinya 77,4% variabel terikat (Proporsi Penyaluran Kredit) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan), sedangkan sisanya (100% - 77,4% = 22,6%) dijelaskan oleh variabel lain.







TEORI JURNAL II



Koefisien korelasi antara variabel ROI dan dividen kas adalah 0,537 terdapat hubungan yang positif atau searah. Koefisien korelasi antara variabel cash ratio dan dividen kas adalah -0,240 terdapat hubungan yang negatif atau tidak searah. Koefisien korelasi antara variabel current ratio dan dividen kas adalah -0,216 terdapat hubungan yang negatif atau tidak searah. Koefisien korelasi antara variabel EPS dan dividen kas adalah 0,715 terdapat hubungan yang positif atau searah. Koefisien korelasi antara variabel DPR dan dividen kas adalah 0,882 terdapat hubungan yang positif atau searah. Dari analisis di atas diketahui bahwa dividen kas mempunyai hubungan yang positif dengan variabel EPS dan DPR.

Tingkat signifikansi koefisien korelasi yang berada dibawah 0,05 maka korelasi antara variabel- variabel tersebut sangat nyata. Tingkat signifikansi koefisien korelasi ROI terhadap dividen kas adalah 0,022 berarti korelasi antarvariabel tersebut nyata. Tingkat signifikansi koefisien korelasi cash ratio terhadap dividen kas adalah 0,337 berarti korelasi antar variabel tersebut tidak nyata. Tingkat signifikansi koefisien korelasi current ratio terhadap dividen kas adalah 0,390 berarti korelasi antar variabel tersebut tidak nyata. Tingkat signifikansi koefisien korelasi EPS terhadap dividen kas adalah 0,001 berarti korelasi antar variabel tersebut sangat nyata. Tingkat signifikansi koefisien korelasi DPR terhadap dividen kas adalah 0,000 atau mendekati nol berarti korelasi antarvariabel tersebut sangat nyata. Dari analisis di atas disimpulkan variabel yang mempunyai korelasi sangat nyata, yaitu EPS dan DPR. Dari pengolahan data tersebut dapat disimpulkan bahwaDari pengolahan terhadap data diketahui bahwa Terdapat hubungan yang negatif antara Return on Investment, cash ratio, dan current ratio dengan dividen kas.

Terdapat hubungan yang positif antara Earning Per Share dan Dividend Payout Ratio dengan dividen kas.

Sehingga hipotesis 1(H1) : ada hubungan antara Return On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Earning per Share, dan Dividend Payout Ratio dengan Cash Dividend dapat diterima.



KERANGKA JURNAL



Secara parsial, masing-masing variabel bebas mempengaruhi variabel terikat tidak secara bersama-sama, sehingga menghasilkan rumusan sebagai berikut:


Y = a + b1 x1 + b2 x2 + b3 x3 + b4 x4 + b5 x5

Dimana bila terjadi kenaikan ROI maka dividen kas akan mengalami kenaikan. Bila terjadi kenaikan cash ratio maka akan terjadi kenaikan dividen kas. Demikian juga dengan current ratio, Earning Per Share, dan Dividend Payout Ratio bila mengalami kenaikan akan menaikan dividen kas. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, penulis dapat menyusun hipotesis sebagai berikut:

H1 : “Ada hubungan antara Return On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Earning per Share, dan Dividend Payout Ratio dengan Cash Dividend

H2 : “Ada pengaruh yang signifikan antara Return On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Earning per Share, dan Dividend Payout Ratio terhadap Cash Dividend”







HIPOTESA



a. Analisis Regresi Berganda

Data F hitung



F hitung
signifikan / alfa
51,376
0



Data di atas menunjukan kelima faktor (Variabel bebas) secara bersama-sama berpengaruh sangat signifikan terhadap dividen kas. Karena nilai signifikan F = 0.000 kurang dari nilai α, yaitu 0.050 (5%).



Data konstanta dan koefisien regresi



Variabel
Instandardized Koefisien
bas
Beta
constanta
40,132
ROI
632
cash ratio
274
Current ratio
283
EPS
19
DPR
563



Rumus regresi berganda



Y = -440,132 + 51,632 x1 – 8,274 x2 + 0,283 x3 + 0,190 x4 + 28,563 x5



Nilai konstanta sebesar -440,132 berarti apabila Y = 0, dividen kas akan sebesar - 440,132. Apabila ROI naik sebesar 1 mengakibatkan kenaikan variabel dividen kas (Y) yang dibayarkan sebesar 54,632. Bila terjadi kenaikan cash ratio sebesar 1 mengakibatkan penurunan variabel dividen (Y) sebesar 8,274. bila terjadi kenaikan current ratio sebesar 1 maka akan terjadi kenaikan dividen sebesar 0,283. begitu juga bila terjadi kenaikan EPS dan DPR sebesar 1 maka akan terjadi kenaikan dividen sebesar 0,190 dan 28,563. Dari rumus tersebut diketahui bahwa cash ratio berpengaruh negatif terhadap dividen kas (bila terjadi kenaikan cash ratio maka akan diikuti penurunan dividen kas) ini berarti rumus awal yang menyatakan cash ratio berpengaruh positif terhadap dividen kas tidak tepat.



Determinasi (R2)



model
R
R Square
Adjusted R square
1
0,977
0,955
0,937



terikat lebih dari 2 variabel. Nilai adjusted R square adalah sebesar 0,955 atau 95%, artinya variabel ROI, Cash ratio, Current Ratio, EPS, dan DPR dapat menjelaskan perubahan tingkat perubahan dividen kas sebesar 95%, sedangkan 5% dijelaskan oleh variabel lain.

b. Uji F

Hipotesis:

Ho : tidak ada pengaruh antara DPR, EPS, ROI, Cash Ratio dan Current Ratio terhadap Dividen Kas

Ha : ada pengaruh antara DPR, EPS, ROI, Cash Ratio dan Current Ratio terhadap Dividen Kas.



F hitung
signifikan / alfa
51,376
0



Dari data di atas diketahui bahwa F hitung sebesar 51,376 dan signifikan sebesar 0,000 (sig F < 0,05), dapat disimpulkan karena nilai signifikan F dalam perhitungan kurang dari 0,05, maka ho ditolak ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara DPR, EPS, ROI, Cash Ratio dan Current Ratio terhadap Cash dividend.

  1. Uji T



Variabel
t hitung
Signifikan
ROI
1,746
0,106
cash ratio
-1,663
0,122
Current ratio
0,608
0,554
EPS
3,63
0,003
DPR
8,281
0






    Berdasarkan data di atas diketahui bahwa terdapat dua variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat dengan signifikan kurang dari 5%. Variabel tersebut adalah EPS dengan signifikan 0,003 dan DPR dengan signifikan sebesar 0,000. Dari kedua variabel tersebut diketahui bahwa variabel DPR yang berpengaruh paling besar hal ini dilihat dari nilai t hitung yang terbesar, yaitu sebesar 8,281. Jadi, H2 : Ada pengaruh yang signifikan antara Return On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Earning per Share, dan Dividend Payout Ratio terhadap Cash Dividend tidak dapat diterima (H2 ditolak).




Jumat, 19 Oktober 2012


Kasus anjlok nya KA Commuter line



Kenaikan harga tiket KA Prameks, dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 berkaitan dengan tingginya biaya operasional dan perawatan, juga untuk meningkatkan pendapatan.

"Kenaikan harga tiket tentu diimbangi dengan peningkatan pelayanan, misalnya lebih tepat waktu. Ada semacam tanggung jawab lebih dari kami," ujar Eko Budiyanto, Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI . Contohnya adalah kasus kecelakaan anjloknya krl commutterline di cilebut, bogor. Jakarta Kemenhub mengendus sejumlah kejanggalan dalam anjloknya kereta rel listrik (KRL) Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta di Stasiun Cilebut, Bogor, Jabar. Apakah ada sabotase di balik kecelakaan tersebut?
"Memang ada hal-hal yang janggal dalam musibah itu, terkait prasarana. Tapi kami belum bisa menyampaikan apa itu, karena penyelidikan masih dilakukan," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, saat dihubungi detikcom, Kamis (4/10/2012).

Aktivis KRL Mania, Nurcahyo, meminta pemerintah terbuka dalam menjelaskan penyebab kecelakaan tersebut, apakah karena sabotase atau murni musibah. "Perlu evaluasi dan penyelidikan menyeluruh. PT KAI harus menjelaskan ini penyebabnya apa, apakah ada sabotase atau kekalalaian agar tidak terulang lagi," harapnya.

Ketimbang berspekulasi, Kemenhub lebih memilih menyerahkan penyelidikan musibah itu ke pihak-pihak yang berwenang. "Biar diinvestigasi. Saya tidak mau berspekulasi, ini sabotase atau murni kecelakaan," ucap Bambang.

Menurutnya, Ditjen Keselamatan Kereta Api bersama dengan PT KAI akan turun bersama melakukan penyelidikan. Jika diperlukan, polisi akan digandeng untuk membantu penyelidikan.

"Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari PT KA saat ini juga sudah di lokasi untuk melakukan investigasi," imbuh Bambang.

Dia menjelaskan rel di sekitar Stasiun Cilebut tidak ada yang rusak akibat kecelakaan KRL tersebut. Apalagi selama ini rel dirawat dan dijaga. Dibutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk mengevakuasi KRL nahas itu.

"Karena harus menggeser listrik aliran atas untuk mengangkat KRL dan karena peron rusak. Kereta naik di atas peron jadi perlu waktu," terang Bambang